Pada tanggal 4 November 2026, BINUS University mendapat kunjungan dosen tamu dari Universitas Katolik Parahyangan, Tanius Sebastian, S.H., M.Fil. Dosen muda ini adalah pengkaji filsafat hukum yang sangat produktif dan saat ini adalah acting chairman dari Yayasan Epistema, sebuah think thank yang banyak bergerak dalam bidang hukum adat dan lingkungan.
Acara kuliah umum ini menampilkan tema besar mengenai filsafat hukum dikaitkan dnegan teori terkini di bidang bisnis. Dalam diskusi, Tanius mengajukan gugatannya tentang bahaya labelisasi yang melekat dalam kajian filsafat hukum, sehingga justru membuat banyak pemikiran hukum menjadi kontraproduktif. Sebagai contoh, ia menunjuk pada hadirnya lebelisasi hukum Pancasila, hukum rakyat, hukum progresif, dan seterusnya. Label-label ini kerap ditonjolkan tanpa ada upaya kritis menpermasalahkan substansinya. Bisnis yang berkembang dewasa ini kerapkali menawarkan labelisasi secara berlebih-lebihan dan membuat daya kritis kita menjadi melemah.
Kuliah umum ini diikuti para mahasiswa Magister Hukum Bisnis dan mahasiswa Prodi S-1 Hukum BINUS bersama dengan para dosen. Hadir dalam acara itu dosen-dosen, yakni Shidarta, Stijn Cornelis van Huis, Paulus Aluk Fajar Dwi Santo, Siti Yuniarti, dan Vidya Prahassacitta. (***)


