People Innovation Excellence

PERKEMBANGAN PELABUHAN HUB INTERNASIONAL KUALA TANJUNG

Oleh NIRMALA (November 2017)

Dalam situs industri.bisnis.com (14 Juni 2017) yang ditulis oleh Dara Aziliya dikatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang dilakukan oleh PT Pelindo I dan Port of Rotterdam dari Belanda akan mempercepat proses industrialisasi di Sumatra Utara. Pelabuhan tersebut akan mempermudah proses perpindahan barang dari kawasan industri sekitar, sedikitnya pada dua industri yang sedang berkembang di Sumut, yaitu Inalum dan kawasan industri Sei Mangkei.

Proyek pelabuhan yang menelan dana investasi sebesar Rp34 triliun tersebut didesain untuk dapat menjadi hub internasional. Kawasan industri Sei Mangkei merupakan pusat hilirisasi minyak sawit mentah (CPO), komoditas unggulan mengingat Indonesia adalah produsen kelapa sawit terbesar dunia. Sementara itu, kawasan industri Inalum merupakan area baru yang didorong pengembangannya oleh Kemenperin sebagai pusat pengolahan aluminium. Dengan menjadi kawasan industri sendiri, operasional produksi di wilayah itu diharapkan  lebih efisien.

Diinformasikan pula pembangunan pelabuhan yang sudah dimulai sejak 2015 tersebut  menargetkan operasional tahap pertama dapat dimulai pada semester II tahun ini. Pelindo I diharapkan dapat mengikuti kesuksesan Port of Rotterdam yang merupakan pelabuhan tersibuk Uni Eropa. Peran pelabuhan itu bagi produk domestik bruto (PDB) Negeri Kincir Angin tersebut mencapai 3,5% pada tahun lalu.

Setelah sempat gonjang-ganjing status pelabuhan Kuala Tanjung menjadi Pelabuhan Internasional saja dan sebagai Pelabuhan Hub Internasional, kali ini saya membahas tentang perkembangan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung. Baru-baru ini PT. Pelabuhan Indonesia I (PELINDO) menargetkan Pelabuhan Kuala Tanjungakan  mulai beroperasi pada kuartal II 2018. Dalam proses pembangunan fisik tahap I, yaitu pembangunan terminal multipurpose telah mencapai 96,33% untuk sisi laut dan 77,07% untuk sisi darat.

Kapasitas pelabuhan mencapai 600 TEUs pada tahap pertama dengan terminal barang dan penumpang secara terpisah. Termasuk dalam pembangunan adalah Terminal Peti Kemas dan curah cair. Pada akhirnya kapasitas yang ditargetkan adalah 20 juta TEUs yang akan ditingkatkan secara bertahap tingga tahun 2023.

Pelabuhan ini ditargetkan menjadi hub bongkar muat barang untuk pasar domestik kapal-kapal ber-tonase besar, yang selama ini selalu bersandar di Pelabuhan Klang, Malaysia dan Singapura. Fungsi utama Pelabuhan Kuala Tanjung adalah sebagai pelabuhan transshipment sebagaimana Pelabuhan Singapura dan untuk mendukung Kuala Tanjung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dengan dibukanya Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung, diharapkan potensi pasar yang demikian besar di Perairan Selat Malaka yang mencapai 100 juta TEUs per tahun dapat dilayani oleh Kuala Tanjung.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan amanat Perpres No. 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dimana Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan salah satunya. Dengan dibangun dan akan beroperasinya Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung, maka Indonesia akan memiliki Pelabuhan Hub Internasional di wilayah Barat Indonesia, tepatnya di perairan Selat Malaka. Pada akhirnya, Pelabuhan yang sebelumnya diatur dengan KP No. 12/2012 dan kemudian dirubah dengan PM Nomor 14/2016 akan segera beroperasi. Selanjutnya, tinggal menunggu Pelabuhan Hub Internasional Bitung yang akan menyusul untuk segera dioperasikan. (***)

 



Published at : Updated

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close