People Innovation Excellence

ISU NUKLIR KOREA UTARA YANG TAK KUNJUNG USAI

Oleh REZA ZAKI (Juni 2019)

Baru baru ini melalui media CNN , Kim Jong Un yang baru sampai di Rusia pada tanggal 24/04/2019 akan menemui Putin pada tanggal 25/04 /2019, di sana Kim Jong Un menemui Putin untuk membicarakan perundingan mengenai perlucutan senjata nuklir dengan Presiden Rusia .

Melihat kembali kejadian waktu itu pada tanggal 28/02/2019 bahwa pada saat pertemuan puncak Donald Trump dan Kim Jong Un yang gagal melakukan kesepakatan , yang tuturnya mengatakan “Saya telah banyak mengatakan sejak awal bahwa kecepatan tidaklah penting bagi saya,” tutur Trump. “Kecepatan tidak penting bagi saya. Apa yang penting adalah bahwa kita melakukan kesepakatan yang tepat,” imbuhnya seperti dilansir CNN, Kamis (28/2/2019). Begitupun dengan Kim Jong Un mengatakan bahwa dirinya “akan melakukan yang terbaik untuk mencapai hasil yang pada akhirnya hebat,” tuturnya.

Memang Amerika Serikat yang baru baru ini ikut terlibat dalam kejadian besar di Suriah dengan meninggalnya puluhan warga akibat dari bahan kimia, kini Amerika Serikat mulai memberikan signal ancaman terhadap Korea Utara yang dianggap mengancam dunia dengan riset nuklirnya, hakikat Hukum Internsional sendiri selalu berada di dua isu yaitu perang dan ekonomi.

Dan pada akhirnya karena Trump gagal membuat kesepakatan dengan Kim, Trump tidak tanggung -tanggung menjanjikan hubungan dagang yang baik dengan China. Namun apakah Xin Jin Ping akan ikut aturan main Trump? Karena China sendiri belum mampu mengatasi konflik laut China.

Namun apabila China tidak mampu mengatasi Korea Utara, maka bisa terjadi kemungkinan AS dan Korut berujung perang yang berdampak luas dalam komunitas Internasional, namun apabila China dapat menjinakan Korut maka konflik tadi yang berujung perang dapat dicegah.

Kembali lagi pada Pertemuan Putin dengan Kim, di mana Kim tiba di Vladivostok, Rusia, Kim mengatakan saat tiba di Rusia “Saya harap pembicaraan ini sukses dan berguna. Saya harap kami dapat mendiskusikan pertanyaan konkret mengenai negosiasi damai terkait Semenanjung Korea dan hubungan bilateral kami,” ujar Kim sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (24/4).

Dari pertemuan Kim dan Putin ini menimbulkan pemikiran, apakah dengan adanya Putin proses dagang dan bilateral mengenai nuklir ini akan berlanjut?  Dan ditutup dengan tutur dari penasihat Presiden Putin, yaitu Yuri Ushakov bahwa Putin akan mendukung apapun keputusan yang diambil oleh pemimpin Korea Utara yaitu Kim Jong Un. Oleh karena itu, melihat dari apa yang terjadi antara Korea Utara, Amerika Serikat, dan Rusia, negara-negara Asia harus memiliki soliditas menjaga ekonomi dan politik. (***)

reza zaki


reza zaki


Published at : Updated

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close