People Innovation Excellence

MEMILIH BERBEDA, MENGAPA DISALAHKAN?

Oleh AGUS RIYANTO (Maret 2019)

Di dalam memilih di antara dua pilihan tidak dapat dihindari ada perbedaan. Yang satu memilih yang lain, tetapi dapat yang lainnya memilih yang sama. Dengan kerangka ini, maka menjadi aneh apabila menjadi berbeda (karena tidak mungkin akan sama) berakhir dengan bermusuhan dan bahkan menyalahkan. Biarkanlah hidup dengan berbeda dalam pilihannya dan yang berbeda tetaplah berkawan dan bersahabat. Potret ini alangkah baik jadinya apabila di bawah ke dalam pemilihan Presiden dan pemilihan anggota DPR dan DPD pada tanggal 17 April 2019 nanti. Politik menjadi batu ujian apakah berbeda masih dari bagian kehidupan bangsa ini atau sebaliknya. Namun, realitas kemasyarakatan kata berbeda pilihan masih belum menjadi kesatuan katan dan perbuatan keseharian. Lihatlah di media sosial betapa keberdaan itu jelas hadir di group-group diskusi. Mengapa hal itu dapat terjadi meskipun di udara internet tumbuhnya. Haruslah diakui bahwa itu memang ada dan kita tidak dapat menolaknya kecuali kedewasaan yang menjadi pembentangnya sikap dan pola tindak menerima perbedaannya.

Ditelusuri lebih jauh hal ini bermula dari kehidupan keseharian dan di lingkungan yang sungkan untuk berbeda-beda. Seringkali jika berbeda dianggap bertentangan dan mungkin dinilai melawan. Sebuah penilaian belum tentu sepenuhnya benar dan harus pembuktian terlebih dahulu apakah keberdaan itu ada dasar dan argumentasi tidak. Kejadian seperti ini apabila berlangsung terus menerus dan bertahun-tahun akan membekas bahwa untuk berbeda adalah tabu dan tidak baik. Dalam miniatur kecil dapat saja terjadi dalam proses pengajaran dimana seringkali peserta didik tidak berani untuk berbeda dengan pendapat yang mengajarinya. Kejadian ini mempengaruhi pola berpikir dalam melihat keberdaan untuk tidak beragumentasi yang tidak sama adalah pilihan terbaik dan teraman untuk itu. Berbeda dengan pola didiknya di negara-negara dengan latar belakang Eropa, misalnya di Australia, berbeda adalah biasa saja dan bahkan dianjurkan untuk pentingnya memiliki pendapat sendiri sehingga dengan sendirinya tumbuhlah untuk dapat berbeda. Mengikuti  pengajaran kelas-kelas pengajaran tidak terlalu banyak penghambat untuk berbeda antara yang mengajarinya dengan peserta didik,  tetapi dengan tetap respek dan hormat terhadap yang memberikan materi pelajarannya.Begitu cairnya hubungan dan model pengajaran di sana, sehingga ketakutan berbeda menjadi hilang secara alamiah dengan mana kemajuan akademik untuk tidak selalu sama adalah biasa-biasa saja dengan syarat berbeda wajiblah disertai data-data dan nalar berpikir yang baik dan masuk akal.

Ditarik lembaga pendidikan tinggi sebagai sebuah contoh sederhana di dalam memaknai berbeda dengan pemikiran bahwa kalangan terdidik seharusnya lebih dapat menerima berbeda, tetapi kenyataannya tidaklah mudah juga untuk berbeda. Terkadang yang terjadi keseragaman pilihan yang tidak dapat ditolak dan seolah garis itu hilang apabila kita akan berbeda dengannya. Dengan menggunakan ini, maka setelah perserta didiknya lulus dan menjadi alumni kemudian terjun ke masyarakat besar kemungkinan khawatir berbeda itu terus akan dibawanya, kecuali mau berubah, sehingga menjadi pembenaran berbeda adalah tidak boleh. Tahap lanjutannya di masyarakat bergaul dan berkomunikasi sifat yang selalu adalah pilihan yang dicarinya dan tidak menerima yang berbeda dengannya. Wujud jelasnya di dalam relasinya dengan pertemanan menjadi tidak harmonis apabila tidak seiring sejalan dengan pilihan politiknya. Yang adalah kata sama dalam kamusnya dan dalam hal yang hadir ketidaksamaan, maka akanlah digalangnya opini publik untuk dapat mengalahkan hingga tunduk dan masuk dalam warna kesamaannya. Perhatikanlah akhir-akhir ini betapa di jagat media sosial (terutama Whats App atau Facebook) betapa tali silaturahmi yang telah terjalin lama dan menua akan habis dan menjadi permusuhan dan bahkan dengan nada ancaman, hanya dikarenakan berbeda pilihan dalam pemilihan presiden. Sebuah ironi yang menyedihkan dan memilukan hati dengan sebuah pertanyaan dasar haruskah seperti itu hanya karena keberdaan dalam memilih?

Tidak mudah memang untuk mencari dan menemukan jawabannya, tetapi sesungguhnya berbeda adalah sah dan diperbolehkan, karena memang harus memilih. Artinya, natural di dalam memilih adalah akan ada yang tidak sama pandangannya satu dengan lainnya, sehingga terima keberbedaan itu sebagai realitas kehidupan bersama yang serba majemuk pandangan dan pendapatnya. Terlebih-lebih dalam pilihan berpolitik biarkanlah berbeda itu sebagai dinamika bergeraknya sebuah pilihannya masyarakat dan tidak harus dilihat ketidaksamaan sebagai ancaman yang harus dinihilkan. Lihatlah semua ini sebagai proses yang memang berjalan lima tahunan dan kita akanlah kembali dalam kehidupan normal setelah itu sehingga untuk apa perbedaan pilihan menjadi permusuhan. Sebab, siapapun yang nanti terpilih sebagai Presiden itu adalah kemenangan semua anak bangsa Indonesia dan terimalah itu dengan lapang dada dan gembira menerimanya. Hal itu didasari dengan sebuah pemikiran bahwa kemenangan untuk yang satu tidak berarti kekalahan bagi yang lain, tetapi memang masyarakat harus memilih sehingga memang harus ada yang dipilih demi dan untuk masa depan bersamanya bangsa Indonesia. Untuk itu, tidak tepat apabila yang berbeda harus disalahkan. Berbedalah dalam kebhinekaan untuk bersatu dan selalu bersama dengan Negara Republik Indonesia. Selamat memilih!



Published at : Updated

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close