People Innovation Excellence

MARINE GENETIC RESOURCES: SUMBER DAYA  DI KAWASAN DASAR LAUT DAN PERKEMBANGANNYA

Oleh NIRMALA MANY (September 2017)

Marine Genetics Resources (MGR) atau Sumberdaya Genetik Laut tidak diatur secara spesifik dalam UNCLOS 1982. Pada saat UNCLOS dirancang, yang dianggap sebagai sumber daya hanya terbatas pada mineral. Penggunaan istilah Sumber daya (resources) yang ada di Kawasan Dasar Laut, atau yang dikenal dengan istilah the Area, diatur khusus di dalam Pasal 133 UNCLOS. Pasal tersebut menyebutkan resources adalah semua jenis sumber daya yang berbentuk solid, cair dan gas yang ada di bawah dasar laut, termasuk di dalamnya polymetallic nodules dan selanjutnya disebut secara singkat dengan istilah ‘mineral”.

Kemampuan manusia mengeksplorasi bagian laut yang sulit dijangkau meningkat sejak satu abad terakhir dan terutama sejak beberapa dekade terakhir dikarenakan kemajuan teknologi oseanografik. Sejak saat itu, ilmu pengetahuan tentang keanekaragaman bentuk kehidupan, inventaris jenis mahluk hidup di laut, dan ancaman sebagai dampaknya juga meningkat (Costello MJ et al, 2010), (Bouchet P, 2006).

Perkiraan terkini menunjukkan peningkatan luar biasa terhadap penggunaan molekul laut atau rangkaian asam nukleat (nucleic acids) yang diekstraksi dari organisme laut. Industri yang terlibat mencakup aplikasi jangkauan yang luas, termasuk kesehatan manusia, pertanian akuakultur, makanan, kosmetik dan bioremediasi atau bioremediation (Broggiato A et al, 2014). Khususnya, molekul laut yang digunakan untuk mengembangkan obat farmasi, seperti pengobatan anti-kanker, perawatan untuk HIV dan penyakit Alzheimer yang telah dikomersialisasi. Pasarnya juga luas dan secara konsisten meluas dalam beberapa dekade terakhir (Molinski et al, 2009), (Leary D et al, 2009).

Terkait pengaturan MGR, Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations General Assembly (UNGA) membentuk sebuah Kelompok Kerja Ad Hoc bernama Kelompok Kerja Ad Hoc BBNJ (Biological diversity Beyond Areas of National Jurisdiction) pada tahun 2004. Kelompok ini bersifat informal dan bertugas untuk mempelajari isu-isu terkait konservasi dan penggunaan berkelanjutan keanekaragaman hayati laut.

Salah satu rekomendasi penting kelompok ini adalah pada bulan Desember 2011 sepakat menginisiasi proses terkait konservasi dan penggunaan berkelanjutan keanekaragaman hayati laut, termasuk tentang MGR, terutama sehubungan dengan pembagian keuntungan dan alih teknologi laut. Sejak pertemuan pertama tahun 2012, Kelompok Ad Hoc ini tidak berhasil membuahkan kesepakatan yang berarti.

Pada akhir tahun 2013, UNGA memutuskan bahwa pada tahun 2015 akan diputuskan apakah akan mulai inisiasi instrumen internasional untuk mempertimbangkan sebuah Perjanjian Implementasi (Implementing Agreement) UNCLOS tentang konservasi dan keberlanjutan penggunaan keanekaragaman hayati laut, termasuk didalamnya isu akses pembagian keuntungan atau Access Benefit Sharing (ABS) Sumberdaya Genetik Laut (MGR) di Kawasan di luar Kewenangan Jurisdiksi Nasional atau Area Beyond National Jurisdiction (ABNJ). Mayoritas negara anggota PBB menyetujui hal ini, namun ditentang oleh beberapa negara maju. Hal ini menyebabkan Kelompok Ad Hoc ini harus mendiskusikannya lagi di dalam kelompok terlebih dahulu sebelum nanti dibawa ke UNGA.

Dalam hal ini perlu dipahami ada hal lain yang penting terkait isu ini, yaitu bahwa Sumberdaya Genetik Laut bergerak secara horizontal, bukan secara vertikal, dimana pergerakan ini terjadi baik di dalam wilayah yurisdiksi nasional, seperti di Laut Territorial, Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dan Landas Kontinen, maupun di luar wilayah nasional, yaitu di Laut Lepad (high seas) dan Kawasan Dasar Laut (the area). Oleh karena itu, rejim Akses dan Pembagian Keuntungan (ABS) di BBNJ harus sesuai dengan rejim ABS di wilayah yurisdiksi nasional, terutama ketentuan yang ada dalam  Convention on Biological Diversity (CBD) dan Nagoya Protocol. (***)


 


Published at : Updated

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close