People Innovation Excellence

PERLINDUNGAN ANAK DARI KEJAHATAN SEKSUAL DI DESTINASI WISATA


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerja sama dengan ECPAT Indonesia mengadakan workshop dan sekaligus Focus Group Discussion (FGD) tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan dan eksploitasi seksual anak di Desa Kematang, Kabupaten Gunung Kidul pada 2 Juni 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha wisata, perangkat desa, unsur pemerintahan di Kabupaten Gunung Kidul tentang dampak buruk pariwisata terhadap anak-anak, khususnya ancaman kekerasan dan eksploitasi seksual anak dari wisatawan. Sebanyak lebih kurang 30 orang hadir dalam workshop dan dibuka langsung oleh Kepala Bidang Kekerasan dan Ekploitasi Seksual Anak, Kementerian Pemberbadayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu Ibu Annisa.

Dr. Ahmad Sofian, SH, MA, salah seorang dosen tetap  Jurusan Hukum Bisnis (Business Law) tampil sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Belaiu menyampaikan paparannya yang terkait dengan kejahatan seksual anak di destinasi wisata. Dalam paparannya beliau menyatakan bahwa saat ini ditemukan sejumlah dampak positif dan dampak negatif  bagi destinasi wisata. Dampak positifnya adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat, karena banyaknya wisatawan yang membelanjakan uangnya di destinasi wisata untuk menginap, membeli makanan, souvenir dan menyewa alat pendukung wisata lainnya. (***)

 

Namun, beliau juga menambahkan, bahwa pariwisata memberikan dampak negatif khususnya bagi anak-anak di destinasi wisata. Ditemukaan sejumlah fakta adanya wisatawan yang memiliki orientasi untuk mencari seks pada anak-anak. Para wisatawan ini memanfaatkan fasilitas pariwisata untuk memenuhi kebutuhan seksnya. Oleh karena itu,  hal ini  dapat memberikan dampak negative  tidak saja bagi anak-anak, tetapi juga merusak reputasi destinasi wisata. Menurunya perlu ada langkah-langkah untuk mencegah rusaknya destinasi wisata, dan rusaknya masa depan anak dengan mengembangkan program dan kebijakan pencegahan kekerasan dan eksploitasi seksual anak di destinasi wisata dengan membuat program wisata yang ramah anak.  Wisata yang ramah ini, bertujuan agar wisatawan melindungi dan berperilaku yang tidak membahayakan anak-anak termasuk juga mengembangkan sejumlah kebijakan dari operator pariwisata untuk memberikan perlindungan bagi anak anak dari berbagai kejahatan termasuk kejahatan seksual.


Published at : Updated

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close