People Innovation Excellence

MENJAJAKI PEMBUBARAN WORLD BANK DAN IMF

Oleh REZA ZAKI (Oktober 2016)

Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) adalah produk rezim Bretton Woods yang sudah eksis kurang lebih 70 tahun lamanya. Kekuatan ekonomi negara adikuasa Amerika Serikat memang sulit dibendung pasca negara ini memenangkan pertarungan Perang Dunia II. Namun, poros ekonomi tak ada yang abadi. Era Amerikasentrisme dan Eurosentrisme kini mulai diganggu dengan munculnya era Asiasentrisme yang ditunjukan oleh China, India, bahkan Indonesia.

Bank Dunia adalah sebuah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal. Tujuan resmi Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Berbeda dengan Group Bank Dunia, Bank dunia hanya terdiri dari dua lembaga saja, yaitu IBRD atau Bank Internasional untuk rekonstruksi dan Pembangunan serta IDA atau Asosiasi Pembangunan Internasional. Pengoperasian Bank Dunia dijaga melalui pembayaran sebagaimana diatur oleh negara-negara anggota. Bank Dunia didirikan pada 27 Desember 1945 setelah ratifikasi internasional mengenai perjanjian yang dicapai pada konferensi yang berlangsung pada 1 Juli–22 Juli 1944 di kota Bretton Woods. Konferensi itu diikuti oleh delegasi dari 44 negara, namun yang paling berperan dalam negosiasi pembentukan Bank Dunia adalah AS dan Inggris.

Sejak tahun 1960-an, pemberian pinjaman difokuskan kepada negara-negara non-Eropa untuk membiayai proyek-proyek yang bisa menghasilkan uang, supaya negara yang bersangkutan bisa membayar kembali hutangnya. Pada Era 1968-1980, pinjaman Bank Dunia banyak dikucurkan kepada negara-negara Dunia Ketiga, dengan tujuan ideal untuk mengentaskan kemiskinan di negara-negara tersebut. Bank dunia berfungsi untuk mengurangi serta menghilangkan kemiskinan di negara-negara terkait. Aktivitas Bank Dunia saat ini difokuskan dalam bidang seperti pendidikan, pertanian dan industri. Bank Dunia memberi pinjaman dengan tarif preferensial kepada negara-negara anggota yang sedang dalam kesusahan. Sebagai balasannya, pihak Bank juga meminta bahwa langkah-langkah ekonomi perlu ditempuh agar misalnya, tindak korupsi dapat dibatasi atau dengan dikembangkannya demokrasi.

Lain ceritanya dengan IMF. Terbentuknya IMF dengan beranggotakan 29 negara pada awalnya bersepakat membuka hambatan perdagangan internasional, tidak membatasi pertukaran valas dan stabilitas nilai tukar sehingga akan terbentuk perbaikan ekonomi. Dengan penandatanganan kesepakatan tersebut maka IMF resmi didirikan dengan memiliki tujuan spesifik dan jelas yaitu membantu negara-negara anggotanya dalam memperbaiki dan menjaga kesimbangan neraca perdagangan (perdagangan internasional) dan kestabilan nilai tukar sehingga akan bermanfaat dalam memperbaiki kinerja ekonomi.

Terlepas dari sejarah terbentuknya IMF dan konteksnya, IMF yang merupakan institusi keuangan internasional memiliki standar operasionalisasi dan independen. Institusi ini dapat diibaratkan sebagai lembaga koperasi simpan pinjam (credit union) karena mewajibkan setiap anggotanya untuk membayar sejumlah dana sebagai iuran yang akan digunakan sebagai dana untuk membantu negara-negara anggotanya apabila terjadi kesulitaan dalam neraca pembayaran. Keputusan untuk menentukan iuran yang harus dibayar negara-negara aggotanya akan disesuaikan dengan kondisi cadangan devisa anggota-anggotanya, yang mana jumlah iuran yang harus dibayar sebesar 25% dari ketentuan iuran yang disepakati dalam bentuk cadangan devisa atau SDR (special drawing right) sedangkan dalam kondisi-kondisi tertentu maka IMF dapat meminta negara anggotanya untuk membayar penuh iuran tersebut.

Ketentuan untuk membayar iuran bagi setiap negara anggotanya berguna untuk menjalankan fungsinya demi mencapai tujuan yaitu menjaga kestabilan neraca pembayaran dan stabilitas nilai tukar. Adapun kedua tujuan tersebut memiliki implikasi dalam mendorong perekonomian negara-negara untuk secara berkelanjutan bertumbuh ekonominya dan hal ini terbukti dari membaiknya kondisi perekonomian negara-negara eropa terkususnya eropa barat dalam mendongkrak perekonomiannya. Seiring dengan berjalannya waktu maka keberadaan IMF semakin mewarnai perekonomian dengan semakin banyaknya negara yang menajadi anggotanya tepatnya 184 negara sehingga dapat dikatakan bahwa dengan terbentuknya IMF maka akan semakin memperkokoh globalisasi dan dampaknya terasa hingga sekarang. Dampak kehadiran IMF yang termanifestasi dalam berbagai kebijakan-kebijakan seputar kebijakan makro ekonomi seperti liberasasi perdagangan, system nilai tukar mengambang, kebijakan fiskal yang yang berimbang, kebijakan moneter berdasarkan pasar dan dorongan meningkatkan ekspor guna memperkuat cadangan devisa suatu negara.

Baru-baru ini muncul kekuatan ekonomi baru yang sebagian besar diinisiasi oleh China. Kemunculan pertama adalah Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) pada 25 Desember 2015 di Beijing, yang kini beranggotakan 57 negara. Dewan bank internasional itu diketuai Menteri Keuangan Tiongkok Lou Jiwei. Dan, sebagai presiden pertama AIIB dipilih Jin Liqun.

Lou mengatakan AIIB menandai reformasi pembangunan sistem ekonomi global dan siap bekerja sama dengan bank multilateral lainnya seperti Bank Dunia dan Pembangunan Asia untuk memfasilitasi pembangunan Infrastruktur serta pembangunan berkelanjutan di Asia. China menyediakan hampir 30 miliar dolar dari modal utama bank sebesar 100 miliar dolar dan memegang 25% hak suara. India menjadi pemodal kedua, disusul Rusia di tempat ketiga.

Indonesia resmi menjadi salah satu dari 57 negara pendiri AIIB dengan modal disetor sebesar 672,1 juta dolar AS dalam lima tahun. Dengan modal senilai tersebut, Indonesia menjadi donatur terbesar ke delapan di AIIB.

Berikutnya adalah New Development Bank (NDB). Lembaga ini merasa terganggu dengan dominasi Amerika Serikat dalam sistem finansial global. Lima negara berkembang dengan perekonomian terbaik yang biasa disebut BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) lantas mendirikan lembaga keuangan sendiri. Pekan ini, BRICS akan meluncurkan lembaga keuangan baru yang menyerupai Bank Dunia dan IMF. Pada pertemuan yang digelar di Brasil, lima negara tersebut akan mendirikan IMF versinya sendiri. Dengan dana US$ 100 miliar, lembaga yang disebut Contingent Reserve Arrangement akan membantu mengatasi krisis finansial yang tengah terjadi. BRICS juga akan mendirikan lembaga keuangan baru serupa Bank Dunia. Bank yang baru tersebut akan menyediakan pinjaman bagi sejumlah proyek infrastruktur di negara-negara berkembang.

Lima negara BRICS masing-masing akan menginvestasikan dana senilai US$ 10 miliar pada bank pemberi pinjaman tersebut. Untuk sementara waktu, tiruan Bank Dunia itu akan disebut New Development Bank. Sementara US$ 50 miliar lainnya akan dapat diperoleh saat sejumlah negara berkembang lainnya ikut bergabung. Saat ini, BRICS masih harus menentukan di mana lokasi kantor pusat bank tersebut: Shanghai, Moskow, New Delhi atau Johannesburg. Hingga saat ini, beberapa pihak masih berusaha menahan China untuk menguasai bank baru tersebut, sama halnya seperti AS mendominasi Bank Dunia yang berbasis di Washington.

Apapun perbedaannya, tapi negara-negara BRICS memiliki keinginan yang sama untuk memiliki suara yang lebih keras dalam penentuan kebijakan ekonomi global. Setelah perekonomiannya tumbuh pesat dalam 10 tahun terakhir, lima negara tersebut menyumbang hampir seperlima dari kegiatan ekonomi dunia.

Guncangan kehadiran AIIB dan NDB ini patut menjadi catatan khusus bagi lembaga World Bank dan IMF jika masih ingin bertahan. Pasalnya kiblat ekonomi kini sudah bergeser secara drastis ke kawasan Asia dan Afrika. Potensi untuk mengambil alih peran pengaturan moneter internasional sangat terbuka lebar. Kini dunia tinggal menyaksikan kapasitas lembaga mana yang dapat mengentaskan kemiskinan di negara-negara selatan. Lembaga yang bisa mewujudkan visinya tentu berpotensi lebih besar untuk mendapatkan kepercayaan dunia. (***)


REZA ZAKI


Published at :

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close