People Innovation Excellence

MEMPOSISIKAN KEBENARAN DI ATAS KEGADUHAN

Oleh AHMAD SOFIAN (November 2014).

Sofian1(1)

Netralitas kita kepada kebenaran hari ini dan lima tahun ke depan diuji. Bagaimana tidak? Sebuah pemerintahan sudah dibangun dengan kelengkapannya. Negeri ini juga memiliki sebuah cita-cita memajukan rakyat dan meninggikan martabatnya. Cita-cita ini bisa berjalan ketika berbagai gagasan untuk mencapai cita-cita diuji, didiskusikan dengan matang dan diwujudkan.

Masyaraat dalam situasi yang tidak pasti, saling hujat terjadi dimana-mana, hujatan tersebut tanpa memandang nilai-nilai kebenaran. Kebebasan menyampaikan kritik dan kesiapan dalam menerima kritik menjadi batu sandungan yang membelah letak hidup kita. Sebuah pertengkaran panjang dan tanpa usai berlangsung tiada tuntas. Egoisme pada pendirian yang benar menjadi benteng yang kuat untuk mengalahkan kebenaran orang lain. Kebenaran hanya ditafsirkan benar jika logikanya benar. Karena itu, saling serang dan saling bela akan berlangsung terus menerus. Ini artinya tidak ada lagi rambu kebenaran untuk menerima kebenaran yang benar-benar benar.

Karena tidak ada lagi kebenaran yang benar-benar benar, kita berada dan hidup di negeri antah berantah, sebuah negeri yang tidak memperdulikan kebenaran, sebuah negeri yang mempertontonkan kebenaran simbolis. Akibatnya kegaduhan tiada henti yang kita saksikan sepanjang mentari terbit dan terbenam. Masyarakat menjadi penonton atas atraksi ini dan ikut meramaikan kegaduhan ini. Sang dalang pun gagal menghalau kegaduhan penonton dan asyik memainkan peran sebagai penghibur dan pelantun. Para pengagum kebenaran di negeri ini pun menjerumuskan dirinya dalam kegaduhan, dan setiap ungkapan malah bisa dijadikan simbol kegaduhan, kita hidup dalam rimba yang kehilangan akal sehat.

Secara teoritis kebenaran itu dikatakan benar sepanjang proposisi itu berlaku atau memuaskan. Apa yang diartikan dengan benar adalah yang berguna (useful) dan yang diartikan salah adalah yang tidak berguna (useless). Bagi para pragmatis, batu ujian kebenaran adalah kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability) dan akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactory consequences). Teori ini tidak mengakui adanya kebenaran yang tetap atau mutlak, kecuali pemilik kebenaran.

Sebuah renungan perlu kita lakukan. Kita hilangkan rasa benar dan tidak benar yang tidak benar. Kita bangun rasionalitas berfikir yang benar. Ukuran kebenaran itu tidak pernah ada, karena Tuhan-lah pemilik kebenaran itu. Manusia dengan akalnya akan mencari kebenaran menurut akal yang dititipkan Tuhan. Akal ini lalu dilengkapi dengan kalbu. Penggabungan akal dan kalbu melahirkan kebenaran yang benar-benar benar. Jadi kebenaran bukanlah suara yang paling banyak dan bukan pula musyawarah mufakat tetapi mendialogkan akal dan kalbu.

Dengan demikian negeri ini akan terhindarkan dari malapeta dan kutukan alam. Negeri ini akan terawat dengan baik, negeri ini berubah menjadi negeri yang bertata krama, adil makmur dan punya martabat. (***)

 


Published at : Updated

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close