People Innovation Excellence

MAHASISWA BUSINESS LAW DITUNJUK SEBAGAI NOTULIS DI FORUM ANTI-KORUPSI INDONESIA

United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) baru-baru ini menggelar Forum Anti-Korupsi Indonesia ke-4 di Jakarta, yang berlangsung dari tanggal 9-12 Juni 2014. Acara dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Acara kemudian berlanjut di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta, yang  diisi dengan diskusi yang menampilkan para menteri dan pejabat setingkat menteri yang bersinggungan dengan upaya pemberantasan korupsi. Juga hadir lebih dari 80 orang sebagai pembicara para peneliti dan peminat isu-isu seputar korupsi, termasuk dari organisasi-organisasi lembaga swadaya masyarakat. Menurut catatan panitia, ada lebih dari 250 orang yang hadir sebagai peserta. UNODC menggadakan kegiatan ini bekerja sama dengan KPK, Bappenas, ICW, Kemitraaan, dan  International Transparency.

Pada acara ini mahasiswa-mahasiswa Business Law BINUS diminta untuk menjadi notulis, yaitu staf yang menangani notulensi seluruh persidangan. Mereka terdiri dari Muhammad Irsyad, Bagus Cayo Mastriza, Habibie Muhammad, Fetty Handika  Putri, Tania, Karina Permata Lestari, Maria Agustine Wibowo, Muhammad Randika Angkasa Putra, Steven Wijaya, Royhan Akbar Zeniya, Azarine Marsha Onasis, dan Metaradita Adha. Dalam acara ini juga dilibatkan dua orang mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris BINUS, yaitu Mereditha Dyah Kristianti dan Devina.  Pengerahan mahasiswa dilakukan di bawah koordinasi dosen Business Law BINUS, Ahmad Sofian, S.H., M.A.  yang juga menjadi peserta aktif dalam forum ini.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini menimba banyak pengalaman bersinggungan pengelolaan event yang diorganisasikan oleh UNODC, di samping secara bersamaan juga belajar banyak hal tentang gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam acara ini diungkapkan bahwa korupsi merupakan suatu pola kejahatan yang memiliki dampak sisitemik yang merusak sendi-sendi kehidupan suatu bangsa. Korupsi hanya mungkin dihapuskan ketika perubahan pada struktur birokrasi dirampingkan, penggunaan e-procurement, penghapusan paper based dan diganti e-electronic  based untuk pelayanan publik, promosi jabatan yang tranparan, krimininalisasi korporasi yang melakukan kejahatan korupsi, pengawasan yang tersistematisasi, serta penguatan lembaga-lembaga penegak hukum sehingga tidak tertinggal dengan modus-modus baru kejahatan korupsi. Kerja sama internasional serta dijadikannya korupsi sebagai “extraordinary crime” merupakan saran jitu untuk memberantas kejahatan ini.

Agenda rinci dari kegiatan ini dapat di-klik pada  link file berikut ini:

Agenda_4th AC Forum

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

20140610_132856IMG_0143

IMG_0154140262567676920140612_193809


Published at : Updated

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close