BINUS DI KALABAHU 2014 LBH JAKARTA
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta baru-baru ini menyelenggarakan kembali program Karya Latihan Bantuan Hukum (Kalabahu), yang berlangsung di Kantor YLBHI jalan Diponegoro Jakarta Pusat. Salah satu topik yang diangkat dalam pelatihan ini adalah tentang penemuan dan pembentukan hukum, yang dibawakan oleh dosen Business Law Universitas Bina Nusantara, Dr. Shidarta, S.H., M.Hum.. Peserta pelatihan ini datang dari seluruh Indonesia, terdiri dari lulusan baru sarjana hukum (atau non-hukum), atau mereka yang masih berstatus mahasiswa tingkat akhir. Untuk pelatihan periode 2014 ini, ada sekitar 50 peserta yang didapat dari hasil seleksi masuk yang cukup ketat.
Dalam presentasi dan diskusi yang berlangsung tanggal 3 April 2014, Dr. Shidarta menyampaikan filosofi dari penemuan hukum sebagai salah satu metode pembentukan hukum. Dikemukakannya bahwa penemuan hukum merupakan proses penting yang biasanya dilakukan oleh para hakim guna mengisi celah hukum (legal gap) yang terjadi akibat ketidakmampuan norma hukum positif menjawab tuntutan kasus-kasus konkret yang terjadi di lapangan. Tentu saja, penemuan hukum tidak selalu harus dilakukan oleh hakim, tetapi kegiatan penemuan hukum oleh hakim memang yang paling signifikan mempengaruhi kinerja hukum.
Para peserta juga sangat antusias menanggapi topik yang disampaikan. Pertanyaan-pertanyaan yang menyoroti kualitas putusan lembaga yudikatif, sebagaimana dapat dicermati dari putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi akhir-akhir ini mendominasi sesi diskusi.
Kalabahu LBH Jakarta ini diselenggarakan setiap tahun dan telah dilaksanakan sejak tahun 1980. Pada tahun 2014 ini, program ini telah memasuki angkatan ke-35. Pelatihan ini menyedikan ruang berargumentasi, menguji rasionalitas serta mengkritisi berbagai ide dan gagasan tentang hukum dan keadilan serta keberpihakan pada masyarakat miskin, buta hukum dan tertindas melalui perspektif Gerakan Bantuan Hukum Struktural (GBHS). Di sini mereka juga berlatih menuangkan ide dan gagasan tersebut ke dalam berbagai macam strategi advokasi.
Para peserta yang mengikuti pelatihan Kalabahu, diharapkan menjadi pengabdi bantuan hukum yang bersih, antikorupsi, dan siap menjunjung nilai keadilan. Selain itu pula, para peserta Kalabahu tersebut dapat mendedikasikan dirinya sebagai pengabdi bantuan hukum di LBH Jakarta. (***)
Published at :