KUALITAS HAKIM DALAM PUTUSAN
Shidarta et al., eds. Kualitas Hakim dalam Putusan. Jakarta: Komisi Yudisial RI, JPIP, Ausaid, 2012. xxii + 150 halaman.
Buku ini adalah sebuah laporan penelitian yang dilakukan oleh 150 putusan, masing-masing terdiri dari 75 putusan pengadilan negeri dan 75 putusan pengadilan tinggi. Proses penelitiannya sendiri sudah berlangsung tahun 2012 di bawah koordinasi Dr. Shidarta, S.H., M.Hum. sebagai analis dari Business Law BINUS. Anggota tim analis lainnya adalah Dr. Anthon F. Susanto, S.H., M.Hum. (Universitas Pasundan), Dr. F.X. Joko Priyono, S.H., M.H. (Universitas Diponegoro), dan Dr. Hj. Eva Laela Fakhriah, S.H., M.H. (Universitas Indonesia). Baru pada akhir tahun 2014, buku ini diterbitkan oleh Komisi Yudisial RI yang memang menjadi penyedia dana untuk penelitian ini.
Pelaksana penelitian ini dilakukan oleh jejaring Komisi Yudisial yang terdiri dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, yaitu Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Jambi, Universitas Pasundan, Universitas Pancasila, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Syiah Kuala, Universitas Tanjung Pura, Universitas Sumatera Utara, Universitas Islam Indonesia, Universitas Jenderal Sudirman, Universitas Andalas, Universitas 45 Makassar, Universitas Udayana, Universitas Lampung, Perkumpulan HuMa.
Buku ini memberi gambaran yang relatif cukup utuh terkait aspek-aspek penting dalam putusan hakim, yakni aspek prosedural hukum acara, hukum material, penalaran hukum, penggalian nilai-nilai yang hidup, dan profesionalisme hakim. Dari aspek prosedur, sebagian besar putusan yang dijadikan objek kajian telah cukup mematuhi. Lain halnya dengan aspek material, yang tampaknya belum cukup diperkaya dengan sumber-sumber hukum di luar yang didakwakan atau digugat. Penalaran hukum yang diperagakan para hakim juga sebagian masih belum runtut. Sekalipun telah dilakukan untuk beberapa kasus, para hakim ternyata belum optimal melakukan penggalian terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, khususnya untuk perkara-perkara yang membutuhkan terobosan makna melalui penemuan hukum. Terlepas dari segala kelemahan dan catatan yang telah diberikan, mayoritas dari para hakim yang putusan-putusannya dijadikan objek kajian dalam penelitian ini dapat dipandang cukup profesional dalam mengembang tugas-tugas mereka. (***)