People Innovation Excellence

POTENSI PARIWISATA HALAL DI INDONESIA

Oleh ABDUL RASYID (Desember 2016)

Baru-baru ini, pada tanggal 7 Desember 2016, Indonesia mendapatkan hadiah spesial akhir tahun dengan meraih penghargaan paling bergengsi di sektor pariwisata halal dunia, yaitu World Halal Tourism Awards 2016 (WHTA 2016), yang diumumkan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. WHTA 2016 adalah penghargaan yang diberikan kepada destinasi-destinasi halal. Destinasi halal ini merupakan tempat/ tujuan wisata yang ramah dengan wisatawan muslim (Muslim friendly tourism) yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas halal seperti adanya mesjid, tersedianya perangkat sholat seperti sejadah, petunjuk arah kiblat, jam sholat, al-Quran di hotel, restoran halal, dll. WHTA 2016 diadakan dengan dua tahap. Tahap pertama (babak penyisihan) diadakan dari tanggal 24 Oktober s.d 6 November 2016 dan tahap kedua (babak final) dari tanggal 7 s.d 24 November 2016 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dalam WHTA 2016 ini, Indonesia memenangkan 12 kategori dari 16 kategori yang dilombakan. 12 kategori tersebut adalah: 1. World’s Best Airline for Halal Travellers – Garuda Indonesia; 2. World’s Best Airport for Halal Travellers – Sultan Iskandar Muda International Airport, Aceh Indonesia; 3. World’s Best Family Friendly Hotel – The Rhadana Hotel, Kuta, Bali, Indonesia; 4. World’s Most Luxurious Family Friendly Hotel – Trans Luxury Hotel Bandung Indonesia; 5. World’s Best Halal Beach Resort – Novotel Lombok Resort & Villas, Lombok, NTB; 6. World’s Best Halal Tour Operator – Ero Tour, West Sumatera Indonesia; 7. World’s Best Halal Tourism Website www.wonderfullomboksumbawa.com, Indonesia; 8. World’s Best Halal Honeymoon Destination – Sembalun Village Region, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia; 9. World’s Best Hajj & Umrah Operator – ESQ Tours & Travel, Jakarta, Indonesia; 10. World’s Best Halal Destination – West Sumatera, Indonesia; 11.World’s Best Halal Culinary Destination – West Sumatera, Indonesia; 12. World’s Best Halal Cultural Destination – Aceh Indonesia. Dengan kemenangan ini, Indonesia berhasil menyisihkan negara Turki dan Malaysia yang selama ini selalu menjadi langganan juara WHTA.

Dominasi Indonesia dalam meraih WHTA 2016 sungguh membanggakan. Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam dan didukung dengan sumber daya alam yang indah mempunyai potensi besar menjadi pemain utama di sektor pariwisata halal dunia. Kemenangan ini harus dijadikan sebagai momentun dalam mengembangkan pariwisata halal di Indonesia. Pemerintah dan para pelaku usaha pariwisata halal harus semakin giat dalam mengembangkan sektor pariwisata halal ini.  Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh MasterCard & CresentRating – Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016, Indonesia saat ini menduduki posisi ke-4 negara terpopuler yang dikunjungi oleh wisatawan Muslim dunia. Urutan pertama masih diduduki oleh negara tetangga Malaysia lalu diikuti oleh United Arab Emirates diposisi kedua dan Turkey diposisi ke tiga. Malaysia diurutan pertama karena secara konsisten mampu mempertahankan posisinya dalam tiga hal, 1. Liburan keluarga yang bersahabat dan tujuan wisata yang aman (family-friendly holiday and safe travel destination); 2. Muslim- pelayanan yang ramah dan fasilitas di tempat tujuan (Muslim-friendly services and facilities at the destination), dan 3. Kesadaran halal dan tujuan pemasaran (Halal awareness and destination marketing). Apabila dibandingkan, wisatawan muslim yang berkunjung ke Malaysia dan Indonesia cukup signifikan perbedaannya. Dalam kurun waktu 2015, wisatawan muslim yang berkunjung ke Malaysia tercatat sekitar 6 juta orang, sedangkan di Indonesia tercatat sekitar 1.3 – 2 juta Muslim.

Perbandingan jumlah wisatawan muslim yang datang ke Malaysia dan Indonesia cukup mencolok perbedaannya. Padahal kalau boleh dibandingkan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia jauh lebih banyak dan indah dibandingkan dengan Malaysia. Oleh karena itu, hal ini tentu menjadi pertanyaan buat kita semua kenapa perbedaan ini bisa terjadi. Berdasarkan pengamatan penulis selama studi di Malaysia, negara ini memang selalu serius menggarap sektor bisnis syariah, termasuk pariwisata halal ini. Berbagai kebijakan dikeluarkan oleh Pemerintah Malaysia guna mendukung terwujudnya Malaysia sebagai pusat bisnis syariah di dunia. Berbagai infrastruktur dibangun dan percantik guna memfasilitasi kebutuhan wisatawan Muslim  mancanegara. Promosi besar-besaran dengan kesan ekslusif dilakukan secara masif dan juga  tak kalah penting aktivitas pariwisata halal ini didukung dengan regulasi yang kuat.

Stategi yang dilakukan oleh Malaysia, juga bisa ditiru oleh Indonesia. Sebagai juara umum WHTA 2016, Indonesia telah memiliki modal utama untuk menjadi pusat pariwisata halal dunia. Sudah saatnya Indonesia berbenah diri. Pemerintah, dalam hal ini Kemenpar harus terus mendukung pariwisata halal dengan memperbaiki segala  infrastruktur yang ada. Promosi pariwisata halal harus dilakukan secara masif dengan menginformasikan semua kelebihan yang dimiliki oleh Indonesia. Hal ini menjadi tugas bersama, baik pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat itu sendiri. Regulasi yang diperlukan guna mendukung pariwisata halal juga harus segera dikeluarkan sehingga mempunyai landasan hukum yang kuat. Saat ini Indonesia sudah mempunyai UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, namun sayangnya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) saat ini belum juga dibetuk oleh Kementerian Agama, begitu juga  dengan peraturan pelaksana UU tersebut juga belum diterbitkan sehingga pengaturan sertifikasi halal bisa dikatakan berjalan tidak maksimal dan tidak memberikan kepastian hukum bagi para penyedia produk halal dan konsumen Muslim sebagai end-user. Disamping itu, regulasi terkait dengan perhotelan syariah telah dikeluarkan oleh Kemenpar, namun regulasi terkait dengan restoran, brio dan spa yang rencananya akan dikeluarkan sampai saat ini juga belum diterbitkan. Usulan Majelis Ulama Indonesia untuk membuat UU khusus tentang Pariwisata Syariah juga layak untuk dipertimbangkan oleh pemerintah guna memperkuat pariwisata halal di Indonesia mengingat potensinya yang sangat besar dan bisa berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. (***)


ARM


Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close