People Innovation Excellence

FALSAFAH “OJOH DUMEH” SEBAGAI NILAI ETIS

Oleh BESAR (Januari 2015)

Ojo Dumeh” adalah Falsafah lama yang berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti: “ojo”=jangan; dan “Dumeh”=mentang-mentang. Apabila nilai-nilai falsafah yang sederhana ini dimanfaatkan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maka akan mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa karena nilai-nilai ini adalah ini nilai-nilai lama bangsa Indonesia, khususnya masyarakat jawa yang tidak pernah pudar.

Di samping ojo dumeh, ada dua pilar utama lain yang terkandung dalam falsafah ini. Ketiga pilar tersebut adalah: Ojo Dumeh, Ojo Gumunan, Ojo Kagetan, yang masing-masing mempunyai daya implementatif. Pada masyarakat Jawa, pesan ini biasanya disampaikan oleh orangtua kepada anaknya sejak kecil hingga dewasa, dengan maksud agar anaknya tidak menjadi orang yang suka mentang-mentang dan harus selalu menghargai yang lainnya. Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai berlebihan dalam berperilaku. Berlebihan dalam hal ini bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan. Ojo dumeh adalah salah satu ajaran yang introspektif. Ingin ditanamkan di sini nilai kepedulian diri terhadap sesama manusia, lingkungan sekitar, dan kepada Sang Pencipta.

Ojo Dumeh adalah pembatas bagi seseorang ketika ia sudah dihinggapi “dumeh” dengan segala predikat yang disandangnya. Keseimbangan dalam ojo dumeh yang sering kita dengar adalah kalimat “koyo ngono yo koyo ngono ning ojo koyo ngono” yang diartikan secara bebas adalah “begitu ya begitu tapi jangan begitu”. Kandungan makna dari kata tersebut adalah kita boleh saja menjadi apa yang kita inginkan tapi kita harus selalu ingat bahwa harus ada keseimbangan antara apa yang kita telah sandang (sebagai penghormatan diri) dengan penghormatan kita terhadap orang lain. Keseimbangan tersebut akan menghasilkan: Komunikasi yang baik, sikap menghargai dan menghormati orang lain, tidak menaruh prasangka, meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama.

Dalam konteks hukum, ojo dumeh memiliki sebagai nilai etis, maka yang memunculkan dan dan mengedepankan nilai baik dan buruk jan juga benar dan salah. Sebagai contoh: “mentang-mentang menjadi polisi kemudian berlaku seenaknya terhadap yang lain.” Posisi dia yang secara individu adalah baik, sebagai polisi adalah baik, namun yang tidak baik adalah perlakuan seenaknya (baca=mentang-mentang sebagai polisi) terhadap yang lain.” Sifat mentang-mentang dengan melanggar nilai-nilai etis itu yang tidak baik.”

Ojo Dumeh adalah bagian dari upaya untuk mengenyampingkan segenap keinginan pribadi. Orang yang menerapkan falsafah ojo dumeh akan senantiasa menganggap orang lain pada posisi yang sangat manusiawi, melaksanakan aturan, menghormati hak orang lain dan menaati hukum yang ada dalam lingkungan sosialnya. Orang yang menerapkan falsafah ojo dumeh tidak akan mengorbankan orang lain demi kepentingannya sendiri atau demi mempertahankan kepemimpinannya dirinya sendiri. (***)


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close